Liputan 5 Maret 2019 oleh Sekretariat MAI

PEMBENIHAN IKAN KERAPU SKALA RUMAH TANGGA

PENDAHULUAN

Ikan Kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi di pasar internasional baik sebagai ikan konsumsi (ukuran berat 600-1.200g/ekor) maupun ikan hias (ukuran panjang 10 cm/ekor). Dalam keadaan hidup, harga ikan kerapu ukuran konsumsi mencapai US$ 90 – 150/kg.

Permintaan pasar ikan kerapu terus meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri (ekspor). Terbukanya peluang pasar ikan kerapu dapat membawa dampak pada upaya eksplorasi dan eksploitasi sumberdaya ikan kerapu di alam makin intensif sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu sediaan alaminya. Untuk menjamin kesinambungan produksi ikan kerapu sebagai salah satu penghasil devisa potensial di sektor perikanan dan kelautan, maka pengembangan budidayanya merupakan alternatif yang perlu terus dikembangkan.

Salah satu metode yang digunakan dalam pembudidayaan/pembenihan ikan kerapu adalah pembenihan sklala rumah tangga. Kegiatan ini dimulai dari penebaran telur, produksi pakan alami, pemberian pakan dan manajemen lingkungan. Manajemen produksi benih kerapu yang baik akan mengahasilkan benih ikan kerapu yang memiliki tingkat survival rate yang tinggi dan benih yang berkualitas.

PEMILIHAN LOKASI

Beberapa persyaratan yang harus terpenuhi dalam usaha pembenihan ikan kerapu macan yaitu :

Faktor teknis meliputi sumber air, dasar perairan, kualitas tanah, elevasi lahan dan pasang surut.
Faktor non teknis meliputi, RUTR (Rencana Umum Tata Ruang), tata guna lahan, transportasi, komunikasi. instalasi listrik, tenaga kerja, pemasaran, tempat ibadah, pelayanan kesehatan, dll.

Standart mutu air laut untuk pembenihan ikan kerapu

No. Parameter Kisaran
1 Suhu 28 - 32 oC
2 Salinitas 30 - 33 g/l
3 Kesadahan 80 - 120 mg/l
4 PH 7 - 8
5 DO > 5 mg/l
6 Phospat < 0,1 mg/l
7 Amonia < 0,5 mg/l
8 Kecerahan Maksimum
9 NO2 < 0,1 mg /l

 SARANA PEMBENIHAN

Sarana untuk pembenihan ikan kerapu terdiri dari :

Bak pemeliharaan larva
Bak kultur pakan alami
Instalasi pengadaan air laut yang terdiri dari : filter air laut dan pipa distribusi air laut
Instalasi sistem aerasi
Tenaga listrik
Sarana penunjang lainnya

TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA

Beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam usaha pemeliharaan larva ikan kerapu yaitu :

Persiapan bak
Seleksi dan penanganan telur
Transportasi telur
Pemeliharaan larva meliputi : penebaran dan penetasan telur, manajemen pakan, manajemen kualitas air, pengaturan pencahayaan, panen juvenil, grading dan pendederan

SELEKSI TELUR

Seleksi telur dilakukan dalam akuarium dengan cara mendiamkan telur tanpa aerasi selama 3 menit. Telur yang baik akan mengpung di permukaan dan telur yang jelek akan mengendap di dasar. Selanjutnya telur yang mengendap disiphon dan dihitung jumlahnya dengan metode sampling dan siap tebar.

PAKAN ALAMI

Syarat pakan alami yang baik untuk usaha pembenihan ikan kerapu yaitu :

Bentuk dan ukurannya sesuai dengan lebar bukaan mulut larva
Mudah diproduksi secara massal atau mudah di budidayakan n
Kandungan nutrisinya tinggi dan lengkap
Isi sel padat dan mempunyai dinding sel tipis sehingga mudah di cerna
Cepat berkembang biak dan memiliki toleransi tinggi terhadap perubahan lingkungan sehingga lestari ketersediaan.
Tidak mengeluarkan senyawa beracun
Gerakannya menarik bagi ikan namun tidak terlalu aktif sehingga mudah ditangkap

PAKAN BUATAN

Pakan buatan mulai diberikan sejak larva berumur 8 hari. Untk larva berumur 8 – 17 hari diberikan pakan 2 kali sehari dan 18-20 hari diberikan pakan 3 kali sehari masing-masing sebanyak 8 gr / pemberian pakan. Mulai umur 21 hari, pakan ditingkatkan menjadi 10 gr/pemberian dan umur 31-45 hari sebanyak 15 gr/hari masing-masing dengan frekuensi 3 kali / hari. Umur 46-50 hari diberikan 15 gr/hari dengan frekuensi 4 kali/hari. Setelah mencapai umur 50 hari (mulai D-51) pakan buatan diberikan sebanyak 10-15 gr/pemberian pakan dengan frekuensi 4 kali/hari. Selama masa pemeliharaan, pakan buatan diberikan secara merata. Jumlah dan ukuran partikelnya ditentukan berdasarkan ukuran pengamatan terhadap kondisi larva.

HAMA & PENYAKIT

Penyakit akan muncul jika lingkungan jelek dan keseimbangan terganggu. Patogen pada ikan dapat diklasifikasikan menjadi 2 kelompok yaitu penyakit infeksi dan non infeksi. Penyakit non infeksi disebabkan oleh gangguan non patogen seperti nutrisi, kualitas air, racun dll. Sedangkan penyakit infeksi disebabkan oleh organisme patogen seperti parasit, jamur, bakteri, virus yang dapat menular dari satu inang ke inang yang lain.

Penyakit non infeksi terdiri dari stress, intoksikasi dan defisiensi. Jenis parasit yang umum menyerang ikan budidaya yaitu : Cryptocaryonasis, Oodiniasis, Skin Monogenic Trematode, Gill Trematode, Parasit Crustacea, infeksi Trichodina, Scuticociliotosis, dan internal parasit.

ANALISA USAHA

No. Uraian Bahan Jumlah Harga satuan Jumlah Harga
1 INVESTASI

Lahan 400 m2 100000 40000

Pembuatan bak larva dan pengatapan 6 bh 6000 36000

Pembuatan bak pakan alami 6 bh 4000 24000

Pembuatan bak reservoar, filter 1 unit 10000 10000

Pompa celup 2 buah 600 1200

Pompa air laut 1 unit 4000 4000

Instalasi pompa air laut 1 unit 2500 2500

Hight blow 200 watt 1 unit 5000 5000

Instalasi aerasi 1 unit 1500 1500

Instalasi listrik 1 unit 2500 2500

Genset 2 KVA 1 buah 3000 3000

Peralatan pembenihan 1 unit 2000 2000

Lain-lain 1 unit 2000 2000

Total Biaya Investasi 133700
2 BIAYA OPERASIONAL PERTAHUN
a Biaya tetap




Gaji/Upah (2 orang) 12 bulan 900 10800

Penyusutan 5%

5805

Listrik 12 bulan 500 6000

Total biaya tetap

22605
b. Biaya variabel




Telur 2 juta 0,002 4000

Pupuk 1 paket 400 400

Bahan Kimia 1 paket 4000 4000

Artemia 60 kaleng 350 21000

Pakan buatan 4 paket 6660 26640

Udang jambret 600 kt 6 4000

Biaya dan alat panen 1 tahun 4000 4000

Lain-lain 1 paket 3000 3000

Total Biaya Variabel

66040

Total Biaya Operasional 88645

 3 PENGHASILAN

3.2 Benih Ikan Kerapu Tikus

Penebaran telur 10 butir / liter atau 100.000 butir/ bak (digunakan 4 bak) (HR 80%) 80.000
Sintasan benih ukuran panjang 3 – 4 cm rata-rata = 10% (32.000 ekor/siklus)
Harga jual rata-rata = 3500/ekor
Pendapatan 2 siklus = 2 x 32.000 x Rp 3500 = Rp. 224.000.00

3.3 Benih Ikan Kerapu macan

Penebaran telur 10 butir / liter atau 100.000 butir/ bak (digunakan 4 bak) (HR 80%) 80.000
Sintasan benih ukuran panjang 3 – 4 cm rata-rata = 20% (64.000 ekor/siklus)
Harga jual rata-rata = 2100/ekor
Pendapatan 2 siklus = 2 x 64000 x Rp. 2.100 = Rp. 268.800.000

Pendapatan total (Kerapu tikus dan Kerapu macan) = Rp. 492.800.000

Keuntungan sebelum pajak

Keuntungan sebelum pajak – biaya operasional =Rp. 492.800.000 – Rp 88.645.000 = Rp. 404.155.000
Keuntungan bersih setelah dikurangi pajak – biaya investasi = Rp 264.455.000

Rata-rata penghasilan per bulan Rp. 24.749.358,3

Catatan : Satu unit HSRT ikan kerapu tikus terdiri 6 buah rak pemeliharaan larva
Satu tahun terdiri dari 4 siklus produksi ( 2 siklus ikan kerapu tikus dan 2 siklus ikan kerapu macan)




SUMBER

Balai Budidaya Air Payau Situbondo


MAI Connect · Masyarakat Akuakultur Indonesia

Berita Lainnya