Berita 26 Juni 2025 oleh Sekretariat MAI

Info AKUAKULTUR Eds 124 – MEI 2025

Ketika budidaya udang bisa berhasil panen secara berkelanjutan di suatu lingkungan atau kawasan tambak bisa disimpulkan bahwa lingkungan tersebut masih cukup baik untuk budidaya. Artinya masih menjanjikan untuk investasi. Persoalannya, bagaimana agar lingkungan tersebut tidak cepat terdegradasi karena banyak petambak lain yang melakukan budidaya di kawasan tersebut?

Untuk itu diperlukan kesamaan persepsi semua petambak di kawasan tersebut agar melakukan budidaya yang ramah lingkungan. Hampir semua petambak memahami hal ini, tapi masih diperlukan kesadaran bersama agar betul-betul berkomitmen dengan hal tersebut.

Termasuk menentukan kepadatan tebar atau produksi per hektar juga harus bijak. Jangan sampai hanya berburu produktifitas yang tinggi, tapi mengabaikan daya dukung lahan ataupun lingkungannya.

Agar budidaya yang dijalankan bisa berkelanjutan atau lestari, diperlukan langkah bijak, yaitu dengan menjalankan kaidah budidaya yang benar. Meskipun daya dukung lingkungan, peralatan, serta teknologi cukup memadai; kepadatan tebar yang ideal hendaknya tetap terukur.

Hal ini disebabkan ketika suatu kawasan terjadi wabah penyakit diperlukan waktu yang agak lama untuk pulih seperti semula dan cukup menguras kantong. Tak hanya penyakit, harga udang yang cenderung tertekan di beberapa tahun belakangan menambah masalah di budidaya udang karena batas keuntungan semakin tergerus dan tidak sebanding dengan risiko budidaya.

Menyikapi harga udang yang cenderung rendah belakangan ini, mau-tidak mau petambak harus memutar otak untuk menekan biaya produksi, antara lain dengan kepadatan tebar yang tinggi. Namun, padat tebar tinggi memperbesar risiko kegagalan budidaya.

Sebetulnya yang paling rasional untuk menekan biaya produksi yaitu pola tradisional atau tradisional plus. Namun, dengan pola seperti ini, di perlukan lahan yang cukup luas. Ini persis seperti Ekuador. Mereka budidaya dengan pola tradisional biaya produksinya murah sehingga harga udangnya cukup kompetitif di pasar global.

Selengkapnya Download di Sini Info AKUAKULTUR Eds 124 – MEI 2025

MAI Connect · Masyarakat Akuakultur Indonesia

Berita Lainnya